Dani

Dokter muda..struggling to doctor..

ACEH, JAMBI, LAMPUNG DAN INDRALAYA

Masa kuliah benar telah membawa sebuah dunia baru.

berbeda saat masa di SMA tentunya, dikuliah, kompleksitas masalah

lebih banyak lagi..

sejak tahun ke dua, saya sudah ngekost di palembang, sebenarnya

antara palembang dan indralaya tidak begitu jauh, skitar 32 Km,

atau satu setengah jam, namun untuk menghemat waktu, dan energi, aku memutuskan untuk menetap di palembang.

Dunia kost memang menarik, terlebih jika kita berasal dari beda wilayah. seperti aku contohnya, satu rumah dengan 4 kamar, dengan penghuni dari masing2 daerah yang berbeda,ada Aceh, jambi, lampung, dan aku sendiri indralaya.

konflik yang terjadi tentu beragam. dan penyelesaian dengan pendapat yang beragam pula.

Aceh, orangnya fokus pada masalah, jambi ingin segera selesai, lampung penyabar, dan indralaya bijaksana. heee…

apapun yang terjadi, kami semua

1 Komentar »

Perjalanan jd dokter (edisi doktermuda)

Dokter muda itu masa-masa yg seru, tapi tidak untuk diulangi..haa… doktermuda itu sarjana kedokteran, S1, sama dengan sarjana lainnya.. doktermuda adalah sarjana kedojteran yg sedang proses mengambil profesi gelar dokter. Keren kan? Hee..ternyata ngk sekeren nama dan statusnya..

Dalam masa2 doktermuda, kita harus melewati setiap stase klinik, mulai dari stase minor, dan stase mayor.

Doktermuda keren namanya tapi sedikt mau berbagi ttg deritanya.
Ada ngk prakarya yang berani marah2 sama sarjana?
Itulah yg tjadi sama sarjana kedokteran alias doktermuda.

Waktu jaga, ada ngk d3 atau sesama s1 yg berani nyuruh s1 lainnya? Pdhl tugas dia. Itulah yg tjadi dg doktermuda alias sarjana kedokteran dsuruh narik brankar atau ganti infus sama perawat, trus kalo ngk mau siapa yg bakal marah? Ya pasien akan menuduh dokter alias doktermuda ngk peduli dg pasie, ngk mau ganti ifus, ngk mau bantu bawa brankar.

Waktu jaga igd, jaga 24 jam, benar2 24 jam, siap2 ngk tidur, baru setelah kamu selesai ngurusi pasien, baru bisa istirahat, trus kalo pasien ngk pindah2 ke kamar gara2 ngk ada kamar, atau karena portirnya males2an ngk banun buat antar pasien, atau pasien ngeluh infus habis, siapa yg dpanggil? Dokter..yang dsalahkan? Dokter…padahal tugasnya dah beres kan? Marahi sana portir..dll.

Pernah jaga igd dan loe ngk duduk2 bjam2 krn pasien rame, trus pas mau istirahat, eh kursi loe d ambil pasien, dg alasan mrk, “maaf dok saya ini nunggui ibu saya, masa nk boleh duduk!”sambil marah2..eh sadar donk..itu ngk liat kaki saya dah brp jam ngk duduk? Trus pasien bakal marah lg sama dokter.

Pernah jaga OK alias kamar operasi, loe ngk bakal duduk2.. tidur dlantai..bahkan gk tidur krn operasi full..

Pernah jaga VK ibunya ngeluh kesakitan pengen SC, loe pikir SC ngk ada indikasinya? Buat loe mau, sakit ngelahirin ngk mau..bilang dokter gk ada rasa manusiawi ngliat pasien kesakitan.

Pernah jaga, dan tidur diatas kardus dbawah wastafel? Iitulah yg dialami dokter..

Pernah tidur diatas kursi? ITULAH YG DIALAMI DOKTER. Bukan sekali atau dua kali, tiap jaga ya gitu..

Apa kami digaji? Ngk!malah kami bayar spp.
Dkasih makan? Ngk.
Dkasih ucapan terimakasih? Malah dmarahi.
Loe pikir enak jd dokter muda? Pikir ulanglah.
ATAU kal dah jadi dokter apakah lebih besar dr buruh? Ngk. Gaji kami cm 1,25 juta. Buruh? 2jt. Gila kan? Kalo loe salah, kena 500jt. Gila kan? Sekarang loe msh mau jd dokter? Loe mrasa dhargai ngk?

Tapi kami menikmati..to serve n help you…
Kami membayangkan, bgmn jk itu keluarga kami.
Mknya jgn sering salahnpaham dg kami.
Kami bukan kacung,

2 Komentar »

sedikit Perjalanan jd dokter

Skrg ini, bnyk sekali media yg menceritakan kejelekan rumah sakit, atau oknum oknum dokter, sehingga pandangan masyarakat ttg dokter yg selama ini sebagai sahabat n penolong mereka, nampak seperti pemeras saja, padahal tak ada secuil pun hubungannya antara penolakan rumah sakit terhadap pasien dg dokter. Krn setiap pasien yg masuk rumah sakit, haus ada indikasi, dan yg tidak ada indikasi tdk boleh masuj rumah sakit, krn rumh sakit sendiri berisi penyakit2 yg justru dpt menular kpd org2 yang sehat.

Saya ign menceritakan perjalanan seorang dokter.
Utuk menjadi dokter, saat ini butuh waktu 6-7 tahun, bila tidak ada hambatan, kl ada, bisa 8 atau tak hingga. Hm d universitas saya, memakan waktu 6, 5 tahun bila tanpa hambatan.

Menjadi dokter kamu harus lulus tes, tentu tau sendiri susahnya lulus tes d fk, baik itu pmdk, kemitraan, umptn, umb, dll. Setelah lulus kamu harus daftar dg sumbangan plg kecil 20jt untuk kelas reguler, dan 67,5jt untuk non reguler bandingkan dg fakultas lain yg plg mahal 10jt. Setiap semester kamu bayar 2,94jt utuk reguler dan 5jtan untuk non reguler bandingkan dg fakultas lain yg cm 740rb. Kalikan saja 3,5 tahun.

Saat kuliah, kamu harus membeli buku yg tentu tgantung dg kmampuan, mau asli atau bajakan, bahkan ada harga bukunya 1, 4jt.

Sblm jd dokter, kamu kuliah dulu 3,5 tahun, lalu nanti dpt gelar sarjana kedokteran.

Dimasa saya, dg 22 blok dlm 3, 5 tahun. Setiap blok memiliki kuliah, diskusi kasus, skill lab, dan praktikum laboratorium. Dngan kehadiran kuliah 80persen, skill lab 100persen, diskusi kasus 100persen, dan praktikum 100persen. Kalo kurang dari itu, mesti kamu ngk bs ujian, atau mbuat pernyataan khusus, meskipun kamu sakit. Setiap blok ada ujian tertulis, ujian lisan, dan ujian skill.

Diakhir pendidikan, kamu harus membuat skripsi, dan barulah kamu dilantik menjadi sarjana kedokteran, dan memasuki masa2 dokter muda alias koass d rumah sakit.

Tinggalkan komentar »

Keberkahan Harta

Kemarin saya membaca sebuah tulisan dari bapak jamil azzaini.

beliau seorang motivator, dan pengusaha sukses, dia membahas tentang Keberkahan Harta.

kita lihat sekeliling kita, atau kita lihat diri kita sendiri, bagaimana harta yang telah kita dapatkan, apakah harta kita berkah, atau tidak. bagaimana menentukan keberkahannya? mari kita bahas.

kita lihat, ada orang kaya sangat bahagia, ada pula orang yang kaya tapi tak bahagia, ada pula sebagian orang yang tak begitu kaya tapi merasa bahagia, tapi lebih banyak yang tidak ada harta tidak bahagia. hee..*saya tidak mau mengkambing hitamkan, “biar miskin asal bahagia”, yang bener biar kaya asal bahagia..hee

kenapa hal itu terjadi? kenapa harta tidak membuat kita merasa cukup, bahkan selalu kekurangan, atau menjadi masalah bagi keluarga, anak, dan istri? atau membuat kita menjadi sombong, berselingkuh, dan menggunakan obat-obat terlarang? Keberkahan harta. itulah kuncinya, harta itu tak berkah, mengapa ia tak berkah? ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam mencari segenggam nasi dan setumpuk berlian ini, yaitu:

1. Cara kita mendapatkannya, tanyakan pada diri kita, bagaimana kita mendapatkan harta tersebut, apakah dengan cara yang di ridhai, atau dengan mnipu? pedagang memainkan timbangan, pejabat dengan korupsi, para guru seadanya saja mengajar, atau para dokter tidak pernah mengupdate ilmunya? ya..bisa jadi itu membuat ketidak berkahan..

2. Apakah merusak. mrusak bumi atau lingkungan, bahkan hubungan dengan orang lain, merupakan cara yang tidak berkah dalam mendapatkan harta.

3.Sudahkah kita bagikan?, yap, sudahkah kita sedekahkan sebagian harta kita? sudahkan kita mensucikannya?

itulah sebuah salah satu untuk menilai keberkahan harta kita.

Tinggalkan komentar »

Tingkatan Koas..

1. Koas Rajin (koas yang belum terkotori, dan stand by di konter sambil baca buku)

2.Koas Ngecap (Tiduran sambil nutup muka sama buku, ditanya selalu bisa jawab padahal ngecap)

3.Koas Ninja (antar konsul ke poli, jalannya sampe ke mall)

4. Koas Licik (ngilang, tiba-tiba ada saat mau pulang, *maaf dok tadi saya dari kamar mandi)

5.Koas Bandit (malam-malam jaga sampe tengah malam, kerjaannya nyolong obat, spuit, wing, apa aja yang dibutuhkan untuk keperluan pasien pribadi)

6.Koas samaran (koas yang suka nyamar dokter diluar, buka buka praktek juga)

7. Koas dewa (ini adalah tingkatan tertinggi, ngk pernah datang, jaga ngilaang, follow up ngecap, ujian dengan konsulen bantai koass tapi lulus,bisnis jalan, pasien rame, konsulen senang, psien senang, cuma koas rajin yang iri sama dia.)haaaa

3 Komentar »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.014 pengikut lainnya