Dani Arma

Dokter di Lubuklinggau. asal indralaya.

Tsunami Pasien

langkah pelan-pelan..jangan terlalu cepat..pagi itu masih lama..biarlah pasien dengan tenang menikmati malam..dan aku pun ingin seperti mereka..dengan lelapnya melahap malam tanpa rasa ampun.. Verloskamer..dari bahasa belanda..kalo di indonesia artinya kamar bersalin..

ruangan berkamar lima ini menjadi ruangan paling dirindukan nantinya..dari lima kamar..ada tiga kamar yang menjadi tanggung jawab kami..masing-masing berisi dua tempat tidur..disini para ibu bersahutan saling teriak menahan sakit dalam proses persalinannya..namun malam ini..beda..dari ketiga kamar..hanya satu kamar yang berisi..dua pasien..cukup!..mereka semua tenang..dan tentram..aku pun menjadi tersenyum-senyum..melihat mereka dengan pulasnya tidur..karena tubuhku yang sudah dua belas jam lebih jaga..pun ingin mencicip kerasnya meja..sambil tangan ini menjadi bantalnya..bukan berbaring..tapi duduk sambil menempelkan kepala di meja..nasib koas..

01.00 hingga 04.00 semua terasa nyaman..sesekali aku followup pasien..tensa tensi..dan DJJ..ganti infus..kasih terapi..yap..semua aman…semua kembali tenang…semua pasien tersenyum dalam tidurnya…

05.00..dadaku terasa bergemuruh..bukan karena letih dari shalat di lantai atas..atau karena penyakit..tidak..suara-suara brankar memasuki VK, satu brankar masuk..langsung di tangani..satu lagi masuk..lagi-lagi di tangani..satu lagi…satu lagi..satu lagi..dan laris semua bad yang ada…

aku bingung…apakah harus bersyukur..atau bersabar..bersyukur karena bed nya penuh..atau malah mesti bersabar..maka sisa tenaga yang harusnya bisa selesai 06.00 pagi ini dengan tenang..mesti bekerja ekstra..hingga tetes penghabisan..

tsunami pasien telah tiba..maka mintalah perlindungan dari tuhanmu..hee…

1 Komentar »