Dani

Dokter muda..struggling to doctor..

eit, VeR…Visum et Repertum…

pada 25 Maret 2012

terjadi perdebatan dalam membahas kasus Visum et Repertum, seperti tutorial. jadi apa sih visum et repertum itu?

Visum et Repertum (VeR) adalah laporan tertulis dokter ahli atau dokter atas permintaan penyidik yang berwenang (minimal aipda atau kapolsek) mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia, hidup atau mati, ataupun bagia/ diduga tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya, dibawah sumpah,untuk kepentingan keadilan.

jadi visum itu oleh dokter, diminta penyidik,terhadap manusia atau bagian manusia, atas dasar ilmu, di bawah sumpah untuk keadilan. nah kalo ngk diminta penyidik ngk bisa kita ngelakuin visum.heee

Visum sendiri, sebenarnya dilakukan dengan dilindungi KUHAP 133, nah siapa yang menghalang halangi visum di ganjar KUHAP 222yaitu penjara 9 bulan, nah kalo dokter menolak melakukan Visum, kena juga KUAHP 224 penjara 9 bulan juga…hee nah jadi kalo kita sebagai dokter umum olak visum hati-hati..tapi kita bisa merujuk dengan alasan ada yang lebih kompeten, atau kalo emang ngk ada yang lebih kompeten di daerah itu, kita lihat apakah alat kita memadai, kalo tidak memadai, maka kita bilang tidak bisa dilakukan karena peralatan tidak lengkap.hee

Bedanya Visum dengan catatan medis lain, Visum ini kita boleh membuka rahasia pasien berarti kan? nah ini dilindungi pasal 50. jadi hasil visum itu punya penyidik, bukan punya keluarga, atau pasien, beda dengan rekam medis, dan juga, visum, tanpa persetujuan keluarga pun bisa kita lakukan, karena mayat itu sudah milik penyidik, tapi…kita saat autopsi mungkin di jaga..nah setelah pulang ke rumah siapa yang jaga kita?mati kita..hee…jadi persetujuan keluarga itu penting untuk keselamatan kita…

nah VeR itu…banyak jenisnya..intinya sih pada manusia hidup..atau manusia mati..

nah pada manusia hidup itu ada VeR pada kasus perlukaan, Kejahatan susila, dan VeR psikiatrik, kalo pada mayat ya VeR kenazah.

pada kasus perlukaan, biasanya kalo luka besar karena berkelahi dll, dia datang ke dokter dulu, baru lapor ke polisi, jadi sewaktu kita mengobati, kita catat di rekammedis lukanya dengan tepat, jadi waktu dia datang lagi, kita dah punya data, kalo luka kecil, biasanya ke polisi dulu baru ke dokter.

nah kalo untuk kasus kejahatan susila, walaupun dia bawa surat visum, dia mesti di dampingi polisi, pokoknyo siapapun yang mau visum mesti di dampingi polisi, karena kita ngk tau apakah benar dia yang dimaksud dalam surat.hee….

pada psikiatrik, ini bagusnya di lakukan oleh dokter kejiwaan, karena biasanya menyangkut tindak kejahatan yang dilakukan, atau terkait kesaksiannya. jadi kalo kita salah, kita bisa parah, bisa2 pelaku itu lolos…

kalo VeR pada jenazah, dah jelas ya…

VeR ini mesti jelas permintaan dari penyidiknya, mau PL (pemeriksaan luar) atau PD (pemeriksaan dalam).

VeR terdiri atas :

1. Pro Justitia di bagian atas sbg pengganti materai.

2.Pendahuluan, yaitu tentang nama dokter, penyidik, dan identitas korban.

3. Pemberitaan, yaitu hasil pemeriksaan.

4.Kesimpulan, yaitu pendapat dokter berdasarkan hasil pemeriksaan, mengenai kemungkinan penyebab, derajat, atau sebab kematian.

5. penutup. ini berisi kalimat baku.

nah VeR ini fungsinya bukan hanya menentukan sebab kematian, tapi memperjelas suatu perkara, sehingga beberapa hal mesti ada di visum yaitu:

Menentukan identitas. mesti kita yakini siapa korban yang di daptkan, ada 9 metode identifikasi yaitu visual, dokumen, perhiasaan, pakaian, medis, gigi, sidik jari, serologi, dan ekslusi. nah kita melakukan semuanya keuali sidik jari.

memperkirakan saat kematian, bisa kita lihat dengan pemeriksaan lebam, kaku mayat, suhuh tubuh, isi lambung, dan perubahan post mortal lain.

menentukan sebab kematian, biasanya ini dengan autopsi, dengan tau sebabnya kita bisa mempersempit alat atau pelaku nantinya.

Menentukan cara kematian, nah ini nanti kita bisa tau dia mati fisiologis atau tidak fisiologis (pembunuhan).

okeh..sedikit tentang VeR..nanti disambung yang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: