Dani Arma

Dokter di Lubuklinggau. asal indralaya.

eit, VeR…Visum et Repertum…

terjadi perdebatan dalam membahas kasus Visum et Repertum, seperti tutorial. jadi apa sih visum et repertum itu?

Visum et Repertum (VeR) adalah laporan tertulis dokter ahli atau dokter atas permintaan penyidik yang berwenang (minimal aipda atau kapolsek) mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia, hidup atau mati, ataupun bagia/ diduga tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya, dibawah sumpah,untuk kepentingan keadilan.

jadi visum itu oleh dokter, diminta penyidik,terhadap manusia atau bagian manusia, atas dasar ilmu, di bawah sumpah untuk keadilan. nah kalo ngk diminta penyidik ngk bisa kita ngelakuin visum.heee

Visum sendiri, sebenarnya dilakukan dengan dilindungi KUHAP 133, nah siapa yang menghalang halangi visum di ganjar KUHAP 222yaitu penjara 9 bulan, nah kalo dokter menolak melakukan Visum, kena juga KUAHP 224 penjara 9 bulan juga…hee nah jadi kalo kita sebagai dokter umum olak visum hati-hati..tapi kita bisa merujuk dengan alasan ada yang lebih kompeten, atau kalo emang ngk ada yang lebih kompeten di daerah itu, kita lihat apakah alat kita memadai, kalo tidak memadai, maka kita bilang tidak bisa dilakukan karena peralatan tidak lengkap.hee

Bedanya Visum dengan catatan medis lain, Visum ini kita boleh membuka rahasia pasien berarti kan? nah ini dilindungi pasal 50. jadi hasil visum itu punya penyidik, bukan punya keluarga, atau pasien, beda dengan rekam medis, dan juga, visum, tanpa persetujuan keluarga pun bisa kita lakukan, karena mayat itu sudah milik penyidik, tapi…kita saat autopsi mungkin di jaga..nah setelah pulang ke rumah siapa yang jaga kita?mati kita..hee…jadi persetujuan keluarga itu penting untuk keselamatan kita…

nah VeR itu…banyak jenisnya..intinya sih pada manusia hidup..atau manusia mati..

nah pada manusia hidup itu ada VeR pada kasus perlukaan, Kejahatan susila, dan VeR psikiatrik, kalo pada mayat ya VeR kenazah.

pada kasus perlukaan, biasanya kalo luka besar karena berkelahi dll, dia datang ke dokter dulu, baru lapor ke polisi, jadi sewaktu kita mengobati, kita catat di rekammedis lukanya dengan tepat, jadi waktu dia datang lagi, kita dah punya data, kalo luka kecil, biasanya ke polisi dulu baru ke dokter.

nah kalo untuk kasus kejahatan susila, walaupun dia bawa surat visum, dia mesti di dampingi polisi, pokoknyo siapapun yang mau visum mesti di dampingi polisi, karena kita ngk tau apakah benar dia yang dimaksud dalam surat.hee….

pada psikiatrik, ini bagusnya di lakukan oleh dokter kejiwaan, karena biasanya menyangkut tindak kejahatan yang dilakukan, atau terkait kesaksiannya. jadi kalo kita salah, kita bisa parah, bisa2 pelaku itu lolos…

kalo VeR pada jenazah, dah jelas ya…

VeR ini mesti jelas permintaan dari penyidiknya, mau PL (pemeriksaan luar) atau PD (pemeriksaan dalam).

VeR terdiri atas :

1. Pro Justitia di bagian atas sbg pengganti materai.

2.Pendahuluan, yaitu tentang nama dokter, penyidik, dan identitas korban.

3. Pemberitaan, yaitu hasil pemeriksaan.

4.Kesimpulan, yaitu pendapat dokter berdasarkan hasil pemeriksaan, mengenai kemungkinan penyebab, derajat, atau sebab kematian.

5. penutup. ini berisi kalimat baku.

nah VeR ini fungsinya bukan hanya menentukan sebab kematian, tapi memperjelas suatu perkara, sehingga beberapa hal mesti ada di visum yaitu:

Menentukan identitas. mesti kita yakini siapa korban yang di daptkan, ada 9 metode identifikasi yaitu visual, dokumen, perhiasaan, pakaian, medis, gigi, sidik jari, serologi, dan ekslusi. nah kita melakukan semuanya keuali sidik jari.

memperkirakan saat kematian, bisa kita lihat dengan pemeriksaan lebam, kaku mayat, suhuh tubuh, isi lambung, dan perubahan post mortal lain.

menentukan sebab kematian, biasanya ini dengan autopsi, dengan tau sebabnya kita bisa mempersempit alat atau pelaku nantinya.

Menentukan cara kematian, nah ini nanti kita bisa tau dia mati fisiologis atau tidak fisiologis (pembunuhan).

okeh..sedikit tentang VeR..nanti disambung yang lain.

Tinggalkan komentar »

jangan lupa Bismillah Alhamdulillah

Tiap hari ada semangat menjalani dunia baru ini, tak pernah ada sedikitpun semangat yang turun. ketika dapat panggilan langsung menuju lokasi, entah pemeriksaan dalam atau luar, entah darah bercucuran atau hanya luka-luka tak pernah khawatir, mental sudah disiapkan. begitupun teman-temanku yang lain, di stase lain sangat semangat, twitter menjadi tempat curhat merek. tapi, aku sedikit tersentak, ketika temanku dari universitas lain berkata di twitternya kalo dia diajarkan memberikan nasehat pada keluarga, untuk mengingatkan pasien berdoa, dan tetap shalat ketika sakit.

memang sebenarnya seperti itulah kami seharusnya, mendampingi pasien dan keluarganya, memberikan nasehat, dan tetap mengingatkan mereka pada agama, bukan hanya sekedar memberi obat atau menyembuhkan fisik, tapi juga hati. karena mungkin ini teguran dari Allah bagi mereka, mestinya kami pun mesti menyadarkan mereka.

sebagai dokter muda alias koas di stase yang belum sibuk-pun aku dah mulai lupa mempraktekkan yang di ingatkan orang tua dan orang-orang sekitarku..jangan lupa bismillah dan alhamdulillah…yap..semangat untuk mengobati mungkin menutupi diri ini, bismillah dan alhamdulillah serta meminta pasien tuk bismillah sebelum minum obat, hal kecil yang mestinya dapat menggugah kita, bahwa kesembuhan itu dari ALlah.

Tinggalkan komentar »

kalo soal Ibu Nyerah Deh!!

cuaca dah mulai panas, karena hari minggu jadi beresin semua hal tentang kost mumpung belum sibuk stase. cucian dah beres di jemur, badan masih bau belum ngapa2in, maklum minggu bersih2 kost, abis itu baru dah mandi.

cuaca makin panas, mentari bersinar seenaknya, tersenyum lebar, dan mulai merangkak naik. pukul 10.45. sms dari chief datang, “PL sekarang”. sempat menghitung hitung di kepala..mandi..ngk..mandi..ngk..mandi..ngk..mandi.. ya deh..mandi dulu..langsung saja mandi dengan seadanya..tanpa nyanyi-nyanyi..hee

motor dipacu..11.00. bau formalin semerbak diforensik. ntah kenapa badanku ngk enak kali ini..kepala ku mulai pusing mencium bau yang dah dua minggu ini ku rasakan tiap hari. ku coba kuatkan badan dan melangkah memasuki ruang pemeriksaan.

belum ada teman-teman yang datang, baru aku dan fero. telah tergeletak mayat dengan di tutupi kain. ngk aku buka, bukan ngk berani tapi memang lagi ngk enak badan, ngk mood.

PL dimulai, penutup di buka. astaghfirullah..kasus2 sebelumnya aku cukup kuat, kasus pertama sampai keluar bagian otaknya aku kuat, kasus kedua dengan darah yang banyak aku kuat, begitupun kasus tig.

tapi kasus ini beda. darahnya ngk banyak mengalir, tapi dia seorang perempuan tua, mengenakan jilbab, pikiranku langsung melayang ke ibu dirumah, aku teringat pada ibu, inilah parahnya diriku..kalo dah nyangkut masalah2 ibu,..aku ngk kuat..ntah ibu siapapun itu. kepalaku mulai pusing, badanku mulai goyah, bau formalin semakin menyengat, aku keluar ruangan…mual mau muntah..tapi berhasil ku tahan, tubuhku lemas semua.. segera ku minta tolong temanku membelikan minum teh.. aku keluar ruangan satu lagi menuju lorong jalan..aku jongkok..semua tubuhku dingin..aku pikir aku akan benar2 pingsan..rasa dingin merambat dari ujung kaki menuju sendi lututku..begitupun tangan menuju sendi siku..ku pejamkan mata..istighfar. ku teguk air teh yang ku genggam..segera keringat dingin keluar dari diriku..

aku kembali..tapi aku sadar..aku tak kuat..kalo soal ibu aku nyerah.

 

Tinggalkan komentar »