Dani

Dokter muda..struggling to doctor..

Aku bukan terpilih…tapi sudah di takdirkan..

pada 9 Agustus 2011

……malam..

begitu indah..

cahaya lampu bersilang-seling..

membelah langit..

riuh suara teriakan para suporter dari Manchester United berteriak..

memanggil nama pemainnya dilapangan hijau sana..

di sudut Old Trafford…

kami berdua..menikmatinya…

 

Manchester..

kota impian bagi semua pemain bola..

mereka bak pahlawan sejati dikota ini..

di setiap sudut..

foto-foto mereka bertebaran..

kota ini penuh energi…

 

Hari keempat di manchester..

bersama dirinya..

tak pernah dapat kubayangkan..

aku hanyalah seorang dokter dengan klinik-klinik kecil bertebaran..

walaupun aku juga seorang pemain saham dan pengusaha..

tapi aku bukanlah pemodal besar..

skali lagi..hanya kecil-kecilan saja..

 

perjalanan yang akan ku tempuh di manchester…

tidak lain adalah undangan dari seorang pejabat inggris..

teringat aku saat itu dia berada di desaku..

di palembang…

 

“umi…udah siap semua peralatannya?”

“udah bi..”

saat itu…klinik-klinik kami serentak mengadakan khitanan massal..

Gratis…

klinikku berada di semua kecamatan di ogan ilir..

setiap sebulan sekali..

kami melakukan khitanan massal untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu..

tentu tidak banyak..

kami membatasi hanya sepuluh orang setiap bulannya..

 

saat itu..

tak nampak hal yang berbeda..

seperti biasanya..

sehari sebelum khitanan..

semua penanggung jawab klinik aku panggil..

menanyakan semua kesiapan..

setelah semua siap..kami pergi ke klinik masing-masing..

 

aku dan umi..memilik pergi ke kecamatan muara kuang..

kecamatan yang jauh ada di pedalaman..

daerah ini begitu kaya..

mulai dari minyak..hingga kebun karetnya..

sehingga kebanyakan yang ikut khitanan..

hanyalah anak-anak buruh-buruh lepas…

 

di saat-saat khitanan massal ini..

sebuah kendaraan L200 berhenti di depan klinikku yang sederhana..

dokter adi sebagai penanggung jawab klinik memanggilku..

“hm..apakah ini ada pejabat datang?tumben..”tanyaku pada dokter adi..

“bukan kak..itu..ada orang dari sumur gali minyak di sana datang…keliatannya bule”

“hah?ngapain…mau belajar sunat?”

“entahlah kak..”

 

“assalamualaikum..”sapaku pada mereka..

nampak disana kepala penambangan sumur minyak disini erwedi sahabat SMAku dulu…

ternyata dialah yang bercerita tentang kehidupan warga warga disini..

sampai kehidupan buruh lepas..

hingga tentang khitanan massal gratis yang sering kami lakukan..

 

setelah berbincang sebentar dengan erwedi, dia segera mengenalkan aku dengan bule itu..

“dan, this is mr. albert..he is from london..” ucap erwedi..

“nice to meet you sir..” sapaku..

“nice to meet u too..”

dia menanyakan bagaimana kehidupan orang-orang disini…

dan bagaimana aku bisa memutuskan memberikan khitanan massal gratis setiap bulan..

bukankah itu sangat merugikan..

“mereka adalah orang-orang yang membuat kami ada disini pak..

tanpa mereka klinik ini tak kan ada..

dan karena keringat-keringat mereka jualah..

rumah sakit-rumah sakit internasional itu bisa berdiri di pusat-pusat kota..

sehingga keluarga saya bisa di rawat di rumah sakit itu..

sehingga para pejabat pun di rawat disana..

tapi mereka tidak pernah merasakannya…

sudah semestinya kami berterimakasih pada mereka..”

jawabku sekenanya…

 

ternyata..

albert masih saudara dari kerajaan inggris..

aku terkejut sekali..

dia berada disini…untuk mempelajari pola kehidupan di sumatera selatan yang sangat beragam..

entahlah..

aku kembali ke tugasku..

 

tak lama..

bulan desember..

tanggal 23…

sebuah surat datang diantar langsung oleh ajudan presiden..

didampingi duta besar inggris..

dan tentu..

para pejabat kabupaten..

aku terkejut..

“abi…apa yang abi lakukan..?”tanya istriku..

aku sedang sibuk membenahi mobil-mobilan anakku..

“ngk ada umi..memang kenapa?”

“hm..dilaur ada tamu..banyak juga polisi..ada juga pejabat-pejabat…umi takut..”

“hah..??”

 

segera aku berlari keluar rumah, menaiki skuter bersama umi…

melewati tanam-tanaman di taman rumahku..

rumahku tak begitu besar..

tapi halamannya sangat luas..lebih dari seratus meter jaraknya..ke rumah utama..

ketika ku buka pintu pagar…

tampak semua orang tersenyum padaku..

ada wartawan..

dan semua para tetangga keheranan..

pun aku demikian..

sebuah kotak diberikan padaku..

ketika ku ambil..

aku tahu..

ini dari ratu inggris..

ku buka..

ada sepucuk surat..dan foto..

mereka menantikan kedatanganku…ke inggris..

tuk menerima gelar kehormatan…dari ratu inggris..

atas jasaku…pada masyarakat ogan ilir…

 

inilah akhirnya..

tak pernah aku bayangkan..

seorang dokter desa sepertiku..

akan bertemu dengan ratu inggris..

apalagi mendapat gelar kehormatan..

setelah menamatkan studi di jerman..

memang aku lebih sering berinteraksi di sini..

di ogan ilir..

menikmati masa indahku..

di desa yang indah…

 

baru kemarin rasanya aku duduk makan bersama para perawat..tukang kebun..buruh lepas…anak-anak kecil…dokter rekan sejawat..

di bawah pohon rindang di dekat klinikku..

kini..

aku berada di manchester…

duduk berdampingan dengan ratu inggris..pangeran inggris..dan para pemain-pemain legenda..

he…

itulah..

seindah-indah..rencana kita…

lebih indah rencana Allah…

dan Allah sebaik-baik pembuat makar..

airmataku-pun menetes…

disambut riuh penonton..

dan Manchester United menang di final liga champion melawan barcelona kali ini..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: