Dani

Dokter muda..struggling to doctor..

Allah tak pernah ingkar janji..yang baik..untuk yang baik..

pada 6 Agustus 2011

udara pagi ini begitu sejuk…jaket tebal tak kuasa menahan dingin musim salju..hingga pelukanku padanya tak ingin ku lepaskan..sambil memandangi indahnya menara raksasa dihadapan kami…eiffel…Paris…kota impianku..

Hari ini..hari kedua kami berada di paris..setelah umrah ke makkah..mencicipi spagetti di itali…dan kini paris ..lalu bulan depan menetap di jerman… melanjutkan studi kedokteranku…

Paris..kota romantis dunia…aku berbisik pada istriku.. “umi..Allah benar-benar tak pernah ingkar janji…” dan terhanyut ke dalam kisahku…

aku hanyalah manusia yang dari semua sisi kehidupan tak ada yang menonjol..saat SMA aku bukanlah juara umum..namun aku beruntung..dengan izinNya..lulus di kedokteran universitas Indonesia..

menyandang mahasiswa kedokteran.. tak jarang rasa itu berubah menjadi rasa tinggi hati.. merasa lebih dari orang lain..belum lagi..kehidupan yang serba mewah..para wanitanya..dengan wajah, penampilan, pakaian,kecerdasan, keshalehan yang dapat memikat hati..

saat-saat itu aku lalui…aku sempat usaha menjual alat kedokteran..mengajar di bimbel..dengan pengalaman ini.ku harap dapat bermanfaat di masa yang akan datang…

Perlahan..ku tapaki langkah-langkah indah..masih dalam balutan idealisme mahasiswa dan remaja masjid..aku bertahan dalam duniaku..hingga badai kencang itu menerpaku..

saat-saat paling menakutkan didunia kedokteran bagiku adalah tingkat akhir..saat-saat ini membuatku mulai berpikir tentang jodoh..aku teringat kesedihanku ketika wanita yang dulu berkata dia belahan jiwaku. .saat SMA..telah menjadi pacar orang lain ketika ia di kedokteran gigi..kini dia telah sukses dengan kliniknya..sempat aku berpikir mengapa aku menjauhinya ketika awal sekali masuk kampus..

lalu..mantanku anak ekonomi UI.. aku menyakiti hatinya..dan kini dia sudah sukses menjadi kepala bank indonesia cabang Palembang.. lalu.. terakhir..sebelum aku masuk dunia mushala..mantanku..satu fakultas…kedokteran umum UI..kini dia telah menjadi kepala rumah sakit pusat di Riau..

Ya Allah..hamba akan bertahan..kau tak pernah ingkar janji..itulah yang aku tanamkan dalam hati..tak kupingkiri..Tingkat akhir..membuatku ingin mencari pasangn hidupku..sesama dokter..banyak adik tingkat yang nampaknya shalehah..atau teman satu angkatan..baik satu universitas maupun universitas lain..

tapi..apakah kebaikan harus di mulai dengan keburukan?

Ketakutan itu menjadi kenyataan..semua orang-orang yang shalehah itu..kini telah berpacaran dengan yang lain..yang kupikir aku lebih baik dari mereka..atau mereka pun aku tahu ada yang menaruh hati padaku…aku sedih..tapi aku yakin..Allah tak pernah ingkar janji..

hingga aku akan menamatkan studiku..aku tetap bertahan..berat sekali..melihat satu persatu orang yang aku kagumi..menjadi milik orang lain..entah apakah aku yang terlalu naif..atau apa..tapi..satu hal..Allah tak pernah ingkar janji..

hingga doa-doaku itu terjawab seketika..doaku yang memohon pendamping se setia Khadijah..doaku yang memohon pendamping se cantik fatimah…doaku yang memohon pendamping se cerdas aisyah..doaku yang memohon pendamping se kaya ratu balqis..

doa-doa itu..terjawab di jumat 17 ramadhan..dua bulan sebelum studi ku selesai..saat membaca al quran di masjid..seorang bapak tua menepuk pundakku..dengan penampilan yang sederhana..ia menawarkan aku berbuka di rumahnya malam nanti..dan ia berlalu..dengan meninggalkan kartunamanya…

dengan sepeda motor ku telusuri sore yang ramah itu..mencari rumah bapak yang berpenampilan sederhana itu..mencoba menjalin silaturahim..tak ada niat lain..

“rumah nomor 007.. bener ini rumahnya??”pikirku dalam hati..

nampak sebuah rumah megah..mewah.. aku tak berani masuk..dengan sepeda motor butut ini..rasanya tak mungkin aku ini tamu di rumah mewah ini..

“ada yang bisa di bantu dek?” tanya satpam padaku..

“eh, ngk pak..ini benar rumahnya pak abdi?”tanyaku sambil memberikan kartunamanya..

“iya..bener..silahkan masuk dek..”

“hah….”aku tak menyangka..bapak tua berpenampilan sederhana tadi..ternyata orang mahsyur di kota sulawesi ini..

“ahlan wa sahlan akh..”sambut sang bapak ketika aku masuk…kami bercerita hingga berbuka tiba..hingga akhirnya ia menawarkan aku untuk menikahi anaknya…

“maukah kau menikahi anak saya?”

aku terdiam..ingin menangis….hatiku terasa naik hingga ke tenggorakanku..aku terisak dalam tangis..terbayang semua dosa-dosaku..terbayang semua mantan-mantan pacarku..terbayang semua kejelekan-kejelekanku..dan hingga akhirnya kukuatkan hati..berani berkata jujur atas apa yang aku alami..dan memberanikan diri aku menolak saat itu.. ku ceritakan siapa aku..ku ceritakan aku bukan orang yang shaleh..saat dia melihatku membaca al quran..itu kebetulan saja saat itu aku ingin..dan aku pun bukan orang yang cerdas..tak pantas akku ini untuk anaknya.. dan masih banyak yang lebih pantas..

“ana ingin antum yang menikahinya, silahkan antum berpikir” jawabnya tegas..

dan aku pamit..tanpa menjawab iya..aku meninggalkan dengan hati yang masih menyangkut di kerongkonganku..

aku menelpon orang tuaku..menceritakan yang ku alami selama ini..menceritakan keinginanku..menceritakan perjalanan hatiku..dan  akhirnya mereka menyerahakn semua padaku.

.aku curhat pada Allah..aku  istikharah..dan hingga akhirnya aku meyakini mungkin inilah jawaban dari kekhawatiranku dahulu..tak perlu aku berpacaran..dan langsung menikah..

begitu mudah jika Allah telah berkehendak..tak perlu aku sibuk menulis surat cinta menarik sang pujangga hati..atau..tak perlu aku menyanyikan lagu-lagu romantis..agar aku mendapatkannya..indahnya hidup..sesuai yang kita pilih…

satu minggu kemudian..aku datang lagi..dengan memberikan jawaban..ingin ta’aruf terlebih dahulu..

wanita yang cantik ini tak pernah sebelumnya aku melihat wanita secantik dia..entah itu artis atau bintang sinetron..tak ada yang secantik dirinya…shalehah yang tak pernah aku mendapati wanita yang memancarkan cahaya keimanan seindah dirinya..dan juga dia mahasiswa tingkat akhir di kedokteran di singapore…

aku tanyakan padanya langsung..apakah dia mau menikah denganku…karena bagaimanapun..aku akan hidup bersama dirinya..bukan bapaknya..

“akh..malam sebelum ant datang..ana berdoa..ya rabb..di malam ramadhanmu yang mulia..ramadhan diturunkannya alquran..petunjuk bagi hambamu..maka berilah hamba petunjuk..berikanlah kepada hamba..suami yang engkau cintai..dan dia mencintaimu..yang engkau ridhai..dan dapat membawaku bahagia dunia akhirat..ana tsiqoh akh..”

akhirnya … kini.pertanyaanku…pintaku…menjadi sebuah bola yang masuk ke dalam kerongkonganku..mendorong hatiku turun ke bawah ke tempat asalnya…merasa malu pada Allah…hingga aku semakin yakin..ALlah tak pernah ingkar janji..yang baik untuk yang baik..namun kadang kitalah yang kadang ragu..mudah bagi Allah..jika ia berkehendak..jadilah..maka jadilah..

satu bulan kemudian…pelaminan sederhana menjadi saksi pernikahanku..semua wajah yang pernah ku kagumi..kini kalah dengan wajah sang pujaan..semua shalehah yang kulihat..kini tersibak dengan shalehah dirinya…kupinang ia dengan hafalan surah al quranku..dan ..dia..menjadi pendampingku di masa wisudaku…dan kini menjadi pendampingku menikmati indahnya dakwah ini..indahnya dunia ini..

Allah tak pernah ingkar janji..

yang baik untuk yang baik..

namun kitalah yang kadang ragu…

kita ragu..Allah tak menepati janjinya…

saat itu..dimana iman kita..patutlah kitabertanya pada hati kita…

*teruntuk saudara2 ku para ikhwah tercinta….


2 responses to “Allah tak pernah ingkar janji..yang baik..untuk yang baik..

  1. olive mengatakan:

    Pengen bgt kuliah di Palembang🙂
    Hehehe ..
    seneng baca* blog kk nya😀
    Hahaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: