Dani

Dokter muda..struggling to doctor..

Terikat Doa…

pada 22 Desember 2010

MMLC
indah.. indah.. indah sekali.. subhanallah… betapa indahnya…
Itulah kata kata yang terucap dari bibir amnan tiada henti.. melihat indahnya masjid annur.. sebuah masjid ditengah kota pekanbaru riau.. besar.. megah.. indah… ramai orang disana.. mobil-mobil berparkiran di halamannya..moto-motor tak berserakan, tetapi tersusun rapi di sudut pinggir halamannya
Kotanya panas, tapi hati terasa sejuk dengan masjidnya… kotanya penuh peluh dan debu… tapi mata tak kan berkedip melihat indahnya masjid ini… bahkan ketika kau haus… ketika kau lapar.. seperti yang amnan rasakan saat itu, semua terlupakan dengan indahnya masjid itu.. indah.. indah… indah.. itulah kata yang keluar dari mulut amnan…
Kokoh.. tinggi… mungkin puluhan meter menaranya.. dua buah di kiri dan kanan.. terlihat sejak ratusan meter sebelum mencapai masjidnya… kubahnya megah.. besar dan berwarna hijau.. indah sekali..
Kakiku melangkah ditengah terik tuk shalat jumat disana.. tak ada teriakan-teriakan anak-anak yang mengganggu,.. mungkin karena mereka telah diajarkan adat di masjid sedari kecil… para orang tua dan muda tersusun rapi berbaris menuju tempat wudhu.. dikiri.. ada para pengemis yang menadahkan tangan, ingat… menadahkan tangan.. bukan mengejar-ngejar.., bahkan para pengemis inipun dengan santai duduk di lorong yang dingin ber AC, aku menjuluki mereka pengemis executive..hee…
Naik kelantai dua, kami masuk dari pintu depan, jamaah sudah banyakk sekali.. khotib sudah diatas mimbar.. maklumlah kami terlambat tiba disini…
Suaranya merdu, tak melengking, tenang, tak ada intonasi-intonasi tinggi.. tapi dengan suara yang rendah itu, dia menyentil hati lebih kuat dibanding kuatnya suara penceramah yang menyentil telinga..hatiku tersentuh… hati yang sedari tadi terlampau semangat, menggelinjang kegirangan, kali ini tersentuh, tunduk, dan merasakan ketenangan… bagai kerbau yang di colok hidungnya, hatiku smeakin jauh jauh termenung, dan tetes air mata mulai berjatuhan…ketengan yang telah lama kunantikan, ternyata dapat kudapatkan lagi tak kurang dari 15 menit duduk disini..
Semua orang mungkin tak peduli dengan kehadiranku, imam yang tersedu menangis larut dengan bacaannya mengimami kami, mungkin tak jua mendengar tangisanku, tak begitu sering aku mendengar imam menangis, tapi indah, itulah kata-kataku…
Jamaah mulai menghambur, berjalan menuruni tangga, melihat sekeliling tamannya yang luas.. motor, mobil, dan beragam kendaraan mulai melenggang meninggalkan masjid ini.. hatiku masih bergumam dengan keindahannya..entah mengapa masjid merasa menjadi tempat yang nyaman tuk aku.. tanpa aku sadari..hatikupun terucap sebuah janji..Ilahi rabbi… ijinkan hamba kembali menikmati jamuanmu ini..sebuah janji yang ingin ku dapatkan lagi jamuan ruhani, yang mungkin lebih dari ini..Makkah…itulah yang diharapkan..


2 responses to “Terikat Doa…

  1. Dwi Permatasari mengatakan:

    Assalamualaikum, Dan.
    Aku baru mampir di blog ini. Lumayan adem..hehe. btw, ini tulisan pertama yang aku baca dari blog Dani. em…produktif jg y..but, aku cuma mo kasih saran, Dan. terutama yang berhubungan dengan EyD (Ejaan yang Disempurnakan) dan tanda baca.
    ^_^
    1. Penulisan kata di dan di-. kalo sempet, coba buka buku EYD pas SMA, penjelasan yang panjang ada di sana.
    …komentarnya dilanjuti lagi kapan-kapan …yang jelas, secara isi, tulisannya “enak” dibaca.(maaf kalo komennya tdk berkenan) Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: