Dani

Dokter muda..struggling to doctor..

Darrell and Kaeru.. (the Least episode)

pada 8 November 2010


(the least episode,,….)

Suasana menjadi gaduh..

Angin begitu kencang, pohon-pohon tertiup kesana kemari kocar kacir tak karuan rimba dan bentuknya lagi… burung-burung berterbangan menyelamatkan diri dari gulungan gulungan angin yang menghembus kencang… semua berlindung menyelamatkan diri…

Tiba-tiba.. terdengar isak tangis dari sebuah tangga yang tak jauh dipinggir anak sungai lingkat… seorang gadis yang elok nan rupawan sedang terluka kakinya karena berusaha lari dari angin-angin deras tadi…

“Darrell…” ucap si kaeru, ya mahasiswa yang dulu pernah mengirimkan kata panggilan-panggilan indah itu…

Dengan perlahan kaeru membopong Darrell yang sedang terluka..

Dibopongnya ia pulang kerumah..

Sebuah ketidak percayaan…

Mereka dapat berjumpa setelah badai yang menerjang bertubi-tubi antara keduanya,setelah angin-angin mencoba mengusik kehidupan mereka, dan kini..betapa senang hati kaeru, melihat sang pujaan hati benar-benar nyata ada di depannya.. namun ia tak banyak berucap.. sepanjang jalan ia hanya diam dan diam.. tak sepatah kata ia keluarkan, tapi di hatinya, lebih dari berton-ton kata yang berat tak teratahankan ingin keluar… tapi dapat ia tahan sekuat cavum cranii menyimpan otak pusat segalanya…

Mereka berjalan melewati jalan-jalan penuh kerikil, dengan tegapnya pemuda itu tak lelah membopong Darrell.. tak terasa lagi kakinya yang terluka karena kerikir-kerikil itu, atau angin-angin yang sesekali meniupnya dengan dingin.. tak peduli, tak peduli lagi dia pada lingkungan sekitarnya yang mencemoohnya, dia tetap melangkah, hanya satu,,, Darrell kan cepat pulang, pikirnya….

Hari demi hari telah dilewati.. Darrell sudah mulai pulih, dengan tenang kaeru menemani ia yang terluka… hingga hari itu tiba..

Saat pagi itu. Darrell sedang mencoba berjalan sendiri dengan dibantu tongkatnya, kaerupun melihat dari kejauhan sambil berjalan ke arah Darrell..

Hingga tak sengaja tongkatnya menyentuh sebuah akar pohon yang melintang tak tau adab…aku pun membenci akar pohon itu, benci sebenci-bencinya, benar-benar akar tak beradab… kemudian akar itu  menyepak tongkat Darrell.. dan wuis… Darrell hampir terjatuh… tubuhnya sudah miring enampuluh derajat, seperti penari balet saja… gravitasi siap menariknya hingga tak tertahankan oleh daya seimbang dari tubuhnya.. dengan cepat kaeru segera berlari tuk memegang Darrell tak tega ia jika darrell terluka… namun… “eit, hati-hati Darrell…” seorang lelaki memegangnya, seorang lelaki yang keluar dari pohon sebelah Darrell… keseimbangan pun terjadi… kaeru tak kenal siapa lelaki itu.. tak banyak piker.. kaeru segera menuju Darrell, berharap Darrell baik-baik saja… tentu Darrell baik-baik saja… tak penting pertanyaan kaeru itu tentunya, tak penting bagi siapapun, bagi pohon, akar, tumbuhan, bahkan bagi darrell… tapi siapa lelaki itu?? Penasaran kaeru… ‘ini pasti sepupunya’pikir kaeru dalam hati mencoba menenangkan hatinya yang galau…

“maav ya kak, ini pacarku (lagi)”……jawab Darrel yang menangkap sejuta Tanya di mata kaeru..

Garr!!!!!!! Seperti petir yang menyambar tiang-tiang pemancar dipagar alam, atau seperti petir  abadi di kota tua eropa sana, tak ada rimba-tak  ada hujan tak ada angin… tiba-tiba saja dengan seenak hati dia menyambar… kali ini dia merasa… laki laki itu, benar-benar tak beradab, lebih tak beradab dibanding akar pohon tadi… tapi.. yang lebih tak beradab… ya satu… satu hal… darrell… tak beradab, lebih tak beradab dari lelaki itu, dan jauh beribu-ribu kali tak beradab dari akar pohon itu.. dan aku.. aku disini.. lebih tak beradab lagi daripada darrell dari pada lelaki itu dan lebih tak beradab lagi dibanding akar tak beradab itu, ya.. karena kaerupun tak beradab karena dia telah mencintai dengan tak beradab, mencintai orang yang mungkin tak pernah cinta padanya.. dan lebih parahnya.. kaeru mencoba bertahan mencintai oraang tak beradab, dengan melukai gadis lain yang beradab dengan cara tak beradab, wah, benar-benar tak beradab si kaeru, dan membaca inipun membuat pnulis menghabiskan waktu, hingga penulis dibingungkan kata tak beradab..

Mahasiswa itupun diam, dengan senyumnya, dia salam-i pemuda yang merenggut separuh hatinya itu dengan senyum, yah walau ia tak tahu apaakah hati itu benar pernah jadi miliknya.. sekian kali sejak SMA kaeru di duakan, tapi dia tak pernah bisa melupakan Darrell, berkali-kali disakiti haitnya berkali-kali dia memaavkan… sejuta hitam tinta yang menghitami kertas-kertas putih, maka berton-ton pula kaeru akan membeli kertas putih baru untuk Darrell, baginya tak ada kesalahn darrel yang tak dapat dimaafkan.. tapi… inilah hidup kawan.. hidup tak pernah tau kau apa yang terjadi detik selanjutnya setelah detik ini… tiba-tiba hujan, tiba-tiba panas… tak tau.. apakah beanr kata dosen fakultasnya “Indonesia di khatulistiwa, jadi tak ada yang pasti semua bias berubah di Indonesia”….

Kaeru sedih… tapi dia telah siap dengan kesedihannya sejak lama…telah siap jika pelangi tak muncul stelah hujan badai, telah siap bunga tak mekar setelah siang, telah siap telah siap dan telah siap sepenuhnya…

Mungkin inilah yang harus ia alami setelah berkali-kali pula mungkin ia telah mnyakiti hati wanita juga… kini hidup tetap berlanjut… udara tetap berputar… pohon-pohon tumbuh dengan subur… daun-daun mulai menghijau.. pepohonan mulai berbuah… dan bunga-bunga bermekaran… kaeru tetaplah dia yang dulu.. tak pernah sungkan tuk menangis dikala sedihnya.. tak pernah sungkan tuk tersenyum disaat sedihnya jua.. satu yang tak pernah ia tahu jawabannya… apakah Darrel pernah tulus mencintainya??takkan ia tahu jawabannya seperti takkan pernah tahu kita kapan tibanya gempa.. yang pasti ia pikirkan.. mungkin dulu.. saat dia mengungkapkan kata-kata Darrell… dulu saat dulu itu.. Darrell sedang patah hati, ingin menyakiti pacarnya itu karena cemburu, karena marah, atau apalah.. dan  disaat seperti itu… malangnya nasibmu kaeru… kau yang datang dengan sejuta asa suka SMA… kasian sekali,maka jadilahj kau bulan-bulanan dia, seperti Tyson yang memukul telak bantal latihnya, berkali kali dia memukul dengan telak… pukul kembali, pukul lagi, kembali lagi, itulah bodohnya dirimu… bodohnya lelaki seperti mu.. bodoh bodoh bodoh sekali…

Nasi sudah menjadi bubur.. hidup kaeru tetap berlanjut… dia pernah menghadapi masalah lebih dari ini dia yakin bias bertahan…. Layar telah di bentangkan dan kapal siap berlayar…

Inilah akhir kisah dari episode kaeru dan Darrell, takkan lagi ada Darrell dalam kaeru, semua kan didelete, bahkan hampir saja tulisan ini tertekan ctrl A + delete, heee, dan taakkan lagi ada kisah mereka, karena penulispun dibikin pusing memikirkan kisah ini heeeee….

(ditulis senin, 8 nov 2010 pukul 3.40.. dengan sedikit pemikiran hingga 4.09 baru pulang dari kota prastiwi octha, pekanbaru pukul 3.20, terinspirasi dari berbagai kisah, terutama kisah-kisah cinta yang terbersit belakangan berkejar-kejaran di kiri kanan kehidupan orang-orang sekitar, jika ada kesamaan tokoh nama dan kisah, itu hanyalah kebetulan semata, heeeeee, semoga dapat menjadi inspirasi… betapapun anda mencintai, anda tak kan tahu bentuk cinta detik kedua setelah cinta pada detik pertama.., sperti yang saya bilang, cinta is like kentut gagagagagaga, dan satu hal lagi… dari cerpen ini dapat kita lihat, betapa laki-laki itu setia tak semuanya tak setia, dan perempuan itu tak setia, dan tak semuanya tak setia… semoga bermanfaat)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: