Tetesi hati dengan cahaya illahi…

catatan kecil dari seoranghamba… mencoba mengurai benang entrepreneurship juga…sharing dan diskusi di FB : dani Arma, email : Dani10moslem@yahoo.com atau 085268917651 semoga bermanfaat

Tsunami Pasien

langkah pelan-pelan..jangan terlalu cepat..pagi itu masih lama..biarlah pasien dengan tenang menikmati malam..dan aku pun ingin seperti mereka..dengan lelapnya melahap malam tanpa rasa ampun.. Verloskamer..dari bahasa belanda..kalo di indonesia artinya kamar bersalin..

ruangan berkamar lima ini menjadi ruangan paling dirindukan nantinya..dari lima kamar..ada tiga kamar yang menjadi tanggung jawab kami..masing-masing berisi dua tempat tidur..disini para ibu bersahutan saling teriak menahan sakit dalam proses persalinannya..namun malam ini..beda..dari ketiga kamar..hanya satu kamar yang berisi..dua pasien..cukup!..mereka semua tenang..dan tentram..aku pun menjadi tersenyum-senyum..melihat mereka dengan pulasnya tidur..karena tubuhku yang sudah dua belas jam lebih jaga..pun ingin mencicip kerasnya meja..sambil tangan ini menjadi bantalnya..bukan berbaring..tapi duduk sambil menempelkan kepala di meja..nasib koas..

01.00 hingga 04.00 semua terasa nyaman..sesekali aku followup pasien..tensa tensi..dan DJJ..ganti infus..kasih terapi..yap..semua aman…semua kembali tenang…semua pasien tersenyum dalam tidurnya…

05.00..dadaku terasa bergemuruh..bukan karena letih dari shalat di lantai atas..atau karena penyakit..tidak..suara-suara brankar memasuki VK, satu brankar masuk..langsung di tangani..satu lagi masuk..lagi-lagi di tangani..satu lagi…satu lagi..satu lagi..dan laris semua bad yang ada…

aku bingung…apakah harus bersyukur..atau bersabar..bersyukur karena bed nya penuh..atau malah mesti bersabar..maka sisa tenaga yang harusnya bisa selesai 06.00 pagi ini dengan tenang..mesti bekerja ekstra..hingga tetes penghabisan..

tsunami pasien telah tiba..maka mintalah perlindungan dari tuhanmu..hee…

Tidak ada Komentar »

tanda kematian Lanjut.. (lebam dan kaku)

tanda..kematian..lanjut…LANJUTKAN!! he..

dalam tanatologi (ilmu yang mempelajari tentang perubahan pada kematian, penyebabnya) salah satunya tanda kematian lanjut…apa aja? cek this out..cie..he

1. Lebam mayat (disebut juga Livor mortis, ingeti aja Lebam huruf awalnya “L” jadi Livor mortis).

lebam mayat adalah warna merah ungu (livide) pada bagian terbawah tubuh. hal ini terjadi karena penumpukan eritrosit di bagian bawah tubuh akibat pengaruh gravitasi. cara memeriksanya lebam di tekan lama, kalo dhilang berarti itu lebam, ingat lebam beda dengan memar!!. Lebam ini mulai timbul setelah 30 menit kematian, makin lama makin luas, setelah 8-12 jam lebam bakal menetap artinya kalo kita tekan dia ngk hilang, hal ini terjadi karena darah yang tadi di kapiler telah menembus dan memasuki jaringan.  nah warna lebam juga penting, kalo lebam biasa dia berwarna merah ungu (livide) kalo dia karena keracunan biasanya berubah warnanya, keracunan CO warna merah bata, keracunan Sianida merah cerah. emang gunanya apa? nah dengan melihat lebam, kita bisa menentukan saat kematian, posisi saat dia mati, dan juga kalo warna lebam beda dari biasa, kita bisa menduga racun apa.

2. Kaku Mayat (rigor Mortis)

sebelumnya kita ingat bagaimana otot itu relaksasi dan kontraksi. otot berkontraksi karena adanya aktin dan miosin yang saling mendekat atau mengait, kemudian lepas, nah pada orang yang telah mati, kegagalan glukoneogenesis membuat glikogen di otot tidak dapat di sediakan lagi, sehingga semakin lama ikatan aktin dan miosin semakin dekat dan kuat.karena itulah terjadi kaku.

Kaku terjadi pada seluruh bagian otot, otot lurik dan otot polos, nah kekakuan mulai timbul 2 jam setelah mati, lengkap setelah 12 jam, menetap selama 12 jam, dan kemudian menghilang mulai dari yang pertama kaku.

karena masa otot yang berlainan, sehingga besarnya energi yang terdapat di otot juga berlainan, akibatnya otot yang semakin besar, semakin lama kaku, biasanya kekakuan dimulai dari sendi2 kecil, itu jugalah kenapa suhu, dan aktifitas fisik mempengaruhi cepat lambatnya kaku mayat, jadi pada orang kurus kaku lebih cepat.

dengan melihat kaku mayat, kita bisa tau, perkiraan waktu kematian.

 

Tidak ada Komentar »

Tanda Kematian Dini

Tanda kematian yang dipelajari dalam tanatologi ada tanda kematian dini, dan tanda kematian lanjut, apa aja tanda kematian dini? nah..tanda kematian dini ini adalah tanda yang menunjukkan kalo pasien itu benar-benar telah mati.

yaitu:

1. Pernafasan terhenti;penilaian lebih dari 10 menit (inspeksi, palpasi, auskultasi)

2.sirkulasi Terhenti; penilaian lebih dari 15 menit , nadi karotis tak teraba.

3. Kulit pucat, dapat juga terjadi pada spasme agonal.

4. Tonus otot menghilang dan relaksasi.

5. Pembuluh darah retina bersegmentasi beberapa menit pasca kematian.

6. pengeringan kornea menimbulkan kekeuhan dalam 10 menit ( hilang dengan penyiraman air).

nah..itu tanda kematian dini, jadi kalo ada keluarga meninggal atau kita mau nentukan orang itu mati, maka kita harus menilai tanda kematian dini ini, dan juga biasanya kalo orang dah ditentukan mati, biasanya orang tersebut belum langsung di pulangkan tapi di tunggu selama 1-2 jam, bukan ngk diurusin, tapi mau dilihat, takuttnya itu mati suri, kalo mati suri, pas di bawa dalam ambulan dia hidup lagi..bakal ngeri kan? heee……

 

Tidak ada Komentar »

Tanatologi..

Pertama kali dengar istilah ini, agak bingung juga…aku pikir tentang ilmu tanah..haaa berarti di forensik bakal belajar tentang tanah2 yang menimbun manusia..hee…ternyata beda!!! bukan itu…

Tanatologi adalah cabang ilmu forensik yang mempelajari kematian dan perubahan yang terjadi setelah kematian serta faktor yang mempengaruhi perubahannya.

nah jadi kita bisa mempelajari kematian itu serta kalo yang udah mati, kita bisa lihat apa yang terjadi dengan dirinya, dari sana nanti bisa di tentukan waktu kematian, posisinya, apakah benar dia mati normal atau dibunuh, dan lain-lain, jadi penting banget.

kita mesti tau dulu apa itu mati.

mati itu ada banyak, nah kalo mati yang benar-benar mati atau istilahnya mati somatis atau mati klinis adalah terhentinya fungsi susunan saraf pusat, kardiovasular, dan sistem pernafasan secara menetap. jadi mati itu ditentukan oleh SSP, Kardio, dan pernafasan! 3 sistem utama ini.

selain mati klinis (somatis) ada juga mati suri yaitu kalo di lihat mati, tapi sebenarnya dengan alat yang lebih modern belum. Mati seluler yaitu kematian sel setelah mati klinis, nah kenapa orang gantung diri masih mengeluarkan saliva, padahal kan dah mati, itulah tanda dia belum mati seluler, baru mati klnis. mati serebral, nah mati kedua hemisfer kecuali batang otak dan serebellum, jadi kardio dan pernafasan masih bisa berfungsi dengan bantuan alat. mati otak ini mkerusakan seluruh isi kranial, termasuk batang otak dan serebellum.

so kematian apa? beda mati dan kematian? kalo kematian itu suatu proses yang dapat dikenal secara klinis pada seseorang tentang tanda kematian yaitu yang terjadi pada tubuh mayat baik dini maupun lanjut.

Tidak ada Komentar »

eit, VeR…Visum et Repertum…

terjadi perdebatan dalam membahas kasus Visum et Repertum, seperti tutorial. jadi apa sih visum et repertum itu?

Visum et Repertum (VeR) adalah laporan tertulis dokter ahli atau dokter atas permintaan penyidik yang berwenang (minimal aipda atau kapolsek) mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia, hidup atau mati, ataupun bagia/ diduga tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya, dibawah sumpah,untuk kepentingan keadilan.

jadi visum itu oleh dokter, diminta penyidik,terhadap manusia atau bagian manusia, atas dasar ilmu, di bawah sumpah untuk keadilan. nah kalo ngk diminta penyidik ngk bisa kita ngelakuin visum.heee

Visum sendiri, sebenarnya dilakukan dengan dilindungi KUHAP 133, nah siapa yang menghalang halangi visum di ganjar KUHAP 222yaitu penjara 9 bulan, nah kalo dokter menolak melakukan Visum, kena juga KUAHP 224 penjara 9 bulan juga…hee nah jadi kalo kita sebagai dokter umum olak visum hati-hati..tapi kita bisa merujuk dengan alasan ada yang lebih kompeten, atau kalo emang ngk ada yang lebih kompeten di daerah itu, kita lihat apakah alat kita memadai, kalo tidak memadai, maka kita bilang tidak bisa dilakukan karena peralatan tidak lengkap.hee

Bedanya Visum dengan catatan medis lain, Visum ini kita boleh membuka rahasia pasien berarti kan? nah ini dilindungi pasal 50. jadi hasil visum itu punya penyidik, bukan punya keluarga, atau pasien, beda dengan rekam medis, dan juga, visum, tanpa persetujuan keluarga pun bisa kita lakukan, karena mayat itu sudah milik penyidik, tapi…kita saat autopsi mungkin di jaga..nah setelah pulang ke rumah siapa yang jaga kita?mati kita..hee…jadi persetujuan keluarga itu penting untuk keselamatan kita…

nah VeR itu…banyak jenisnya..intinya sih pada manusia hidup..atau manusia mati..

nah pada manusia hidup itu ada VeR pada kasus perlukaan, Kejahatan susila, dan VeR psikiatrik, kalo pada mayat ya VeR kenazah.

pada kasus perlukaan, biasanya kalo luka besar karena berkelahi dll, dia datang ke dokter dulu, baru lapor ke polisi, jadi sewaktu kita mengobati, kita catat di rekammedis lukanya dengan tepat, jadi waktu dia datang lagi, kita dah punya data, kalo luka kecil, biasanya ke polisi dulu baru ke dokter.

nah kalo untuk kasus kejahatan susila, walaupun dia bawa surat visum, dia mesti di dampingi polisi, pokoknyo siapapun yang mau visum mesti di dampingi polisi, karena kita ngk tau apakah benar dia yang dimaksud dalam surat.hee….

pada psikiatrik, ini bagusnya di lakukan oleh dokter kejiwaan, karena biasanya menyangkut tindak kejahatan yang dilakukan, atau terkait kesaksiannya. jadi kalo kita salah, kita bisa parah, bisa2 pelaku itu lolos…

kalo VeR pada jenazah, dah jelas ya…

VeR ini mesti jelas permintaan dari penyidiknya, mau PL (pemeriksaan luar) atau PD (pemeriksaan dalam).

VeR terdiri atas :

1. Pro Justitia di bagian atas sbg pengganti materai.

2.Pendahuluan, yaitu tentang nama dokter, penyidik, dan identitas korban.

3. Pemberitaan, yaitu hasil pemeriksaan.

4.Kesimpulan, yaitu pendapat dokter berdasarkan hasil pemeriksaan, mengenai kemungkinan penyebab, derajat, atau sebab kematian.

5. penutup. ini berisi kalimat baku.

nah VeR ini fungsinya bukan hanya menentukan sebab kematian, tapi memperjelas suatu perkara, sehingga beberapa hal mesti ada di visum yaitu:

Menentukan identitas. mesti kita yakini siapa korban yang di daptkan, ada 9 metode identifikasi yaitu visual, dokumen, perhiasaan, pakaian, medis, gigi, sidik jari, serologi, dan ekslusi. nah kita melakukan semuanya keuali sidik jari.

memperkirakan saat kematian, bisa kita lihat dengan pemeriksaan lebam, kaku mayat, suhuh tubuh, isi lambung, dan perubahan post mortal lain.

menentukan sebab kematian, biasanya ini dengan autopsi, dengan tau sebabnya kita bisa mempersempit alat atau pelaku nantinya.

Menentukan cara kematian, nah ini nanti kita bisa tau dia mati fisiologis atau tidak fisiologis (pembunuhan).

okeh..sedikit tentang VeR..nanti disambung yang lain.

Tidak ada Komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 422 pengikut lainnya.